20.9 C
Hong Kong
Thursday, January 23, 2020

TKI Asal NTT Meninggal Dunia Setelah diterkam Buaya Saat Mencari Ikan

Baca juga

Setelah Virus wuhan atau yang dinamai dengan Coronavirus pertama kali dilaporkan bulan lalu, pihak berwenang Wuhan mengatakan hanya ada 40 kasus aneh selama berminggu-minggu.
Kasus pertama di luar Asia diumumkan pada hari Selasa (21 januari 2020) lalu, ketika pejabat kesehatan federal mengkonfirmasi bahwa seorang lelaki dari negara Washington yang baru-baru ini bepergian ke China telah dirawat di rumah sakit.
Kasus kedua juga dikonfirmasi di Shanghai pada hari Selasa sementara lima orang telah didiagnosis menderita penyakit di Beijing. Virus ini juga telah mencapai Jepang, Thailand dan Korea Selatan, dengan total empat orang dirawat di rumah sakit setelah mengunjungi Wuhan.
TKI Asal NTT Meninggal Dunia Setelah diterkam Buaya Saat Mencari Ikan
Photo ILUSTRASI /Buaya/Google images

Seorang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) asal Nusa Tenggara Timur ( NTT) meninggal dunia akibat diterkam buaya di Malaysia.

TKI yang diketahui bernama Stephen Tolok  diterkam buaya saat hendak menjala ikan di kolam.

Menurut keterangan Kepala BP3TKI Kupang, Siwa ,insiden itu bermula ketika Stephen dan beberapa rekannya, bermaksud menjala ikan dalam kolam di area ladang FGV Lahad Datu di daerah perladangan kelapa sawit Felda Shabat 41 Lahad Datu Negeri Sabah, Malaysia.

Namun, ketika mereka tengah asyik mencari ikan,jalannya tersangkut, sehingga membuat stephen turun kedalam kolam.
[ads-post]
Namun siapa sangka , ketika Stephen turun , seketika tubuhnya disambar dan ditarik oleh seekor Buaya yang menghuni kolam tersebut.

Saat sedang asyik mencari ikan, jalanya tersangkut, sehingga Stephen turun ke dalam kolam,“ungkap Siwa kepada Kompas, Selasa (21 mei) malam.

Kejadian itu kata Siwa, berlangsung pada 16 Mei 2019, sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Kini Jenazah Stephen telah tiba di kampungnya di Desa Kalembu Weri, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Siwa mengatakan, jenazah Stephen tiba Kamis (23 mei ), setelah diterbangkan dari Kupang dengan pesawat NAM Air.

Jenazah Stephen tiba di Kupang tadi malam dan sempat disemayamkan di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang” ungkap Siwa.

Pihak keluarga dari Sumba Barat Daya, sempat menjemput jenazah di Bandara El Tari Kupang.

Pihaknya lanjut Siwa, sempat berkoordinasi dengan Dinas Nakertrans Kabupaten Sumba Barat Daya, untuk proses pemulangan jenazah.

Sementara itu kata Siwa, untuk status Stephen tidak terdata di BP3TKI, atau merupakan TKI ilegal.

Kredit:Kompas[dot]com

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
scattered clouds
20.9 ° C
22.2 °
20 °
83 %
1kmh
40 %
Wed
21 °
Thu
24 °
Fri
23 °
Sat
22 °
Sun
16 °
- Advertisement -

Latest News

Apa itu Virus Mematikan Coronavirus, Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Kasus pertama di luar Asia diumumkan pada hari Selasa (21 januari 2020) lalu, ketika pejabat kesehatan federal mengkonfirmasi bahwa seorang lelaki dari negara Washington yang baru-baru ini bepergian ke China telah dirawat di rumah sakit.

Semakin menyebar, 9 Orang Meninggal Dunia dan 440 lainnya...

Setelah Virus wuhan atau yang dinamai dengan Coronavirus pertama kali dilaporkan bulan lalu, pihak berwenang Wuhan mengatakan hanya ada 40 kasus aneh selama berminggu-minggu.

5 Kru Terjatuh ke Laut, 2 TKI Meninggal Dunia...

Adapun para Kru kapal yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia yang menderita luka-luka adalah M. Munir Aziz, Nur Irawan, Sobirin, Deni Akhmad dan Imam Fauzi.

Suami Istri dibacok dengan Parang Karena Kentut Berkali-kali didepan...

Penyebab kentut atau Buang angin ini biasanya terjadi akrena faktor kandungan dalam makanan yaitu udara yang tertelan, makan terburu-buru (apalagi tanpa dikunyah), meminum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah), sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut.

Virus Mematikan dari wuhan Telah Menyebar ke Macau

Pasien adalah wanita pengusaha berusia 52 tahun dari Wuhan.
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -