29.1 C
Hong Kong
Friday, August 7, 2020

Tertangkap Tangan Oleh Pihak Imigrasi, 3 Pekerja Ilegal diganjar Hukuman 15 Bulan Penjara dan Terancam didepotasi

Pengadilan Banding telah mengeluarkan pedoman yang menetapkan bahwa hukuman penjara 15 bulan harus diterapkan dalam kasus-kasus seperti itu.

Baca juga

Hong Kong telah secara drastis memperketat aturan jarak sosial atau social distancing untuk menahan gelombang penyebaran infeksi Virus corona baru atau Covid-19 yang meningkat setelah membukukan rekor 41 kasus lokal pada hari Senin (13 juli 2020), hampir setengah dari sumber yang tidak diketahui.
Seperti diunggah oleh salah satu pengguna media sosial yang tinggal di Hong Kong, aplikasi video pendek yang dioperasikan oleh raksasa internet Cina Bytedance saat dibuka akan keluar layar hitam dengan notifikasi atau pesan yang bertuliskan 'Tidak ada koneksi internet. Hubungan ke internet dan coba lagi'.
Juru bicara itu memperingatkan bahwa, sebagaimana diatur dalam pasal 38AA Undang-undang Keimigrasian, imigran ilegal atau orang-orang yang menjadi subjek perintah pemindahan atau perintah deportasi dilarang mengambil pekerjaan apa pun, baik dibayar atau tidak dibayar, atau membangun atau bergabung dalam bisnis apa pun.
kartini lasiyohttp://hariankartini.com
Seorang Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang Hobi makan dan jalan-jalan

Tiga pekerja ilegal yang terdiri dari dua orang berkewaranegaraan India dan satu orang Bangladesh dipenjara oleh Pengadilan Shatin Magistrates kemarin, Kamis (4 juni 2020).

Selama operasi yang diberi nama “Twilight” sejak 2 Juni 2020, penyelidik Departemen Imigrasi (ImmD) menggerebek pasar basah di Lam Tin dan sebuah restoran di Central.
Dua laki-laki pekerja ilegal India dan satu pekerja ilegal perempuan Bangladesh, berusia antara 35 hingga 50 tahun, ditangkap ketika bekerja sebagai pekerja kebersihan sampah dan pekerja pencuci piring.

Baca Juga : Taiwan Belum Buka Pintu Untuk Para Pelancong Internasional

Setelah memeriksa identitas, mereka ternyata paperan dimana pemerintah mengizinkan mereka untuk tinggal di Hong Kong, namun melarang mereka untuk mengambil pekerjaan.
Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa mereka adalah penuntut non-refoulement. Seorang majikan yang dicurigai mempekerjakan pekerja ilegal juga ditangkap dan penyelidikan sedang berlangsung.

Baca Selanjutnya >>

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
scattered clouds
29.1 ° C
31.1 °
28.3 °
79 %
4.5kmh
38 %
Fri
29 °
Sat
30 °
Sun
30 °
Mon
30 °
Tue
30 °
- Advertisement -

Kabar Terbaru

Aturan Berkumpul ditempat Umum di Hong Kong diperketat dari...

Hong Kong telah secara drastis memperketat aturan jarak sosial atau social distancing untuk menahan gelombang penyebaran infeksi Virus corona baru atau Covid-19 yang meningkat setelah membukukan rekor 41 kasus lokal pada hari Senin (13 juli 2020), hampir setengah dari sumber yang tidak diketahui.

Banyak Netizens Hong Kong Unggah Gambar Tak Dapat Mengakses...

Seperti diunggah oleh salah satu pengguna media sosial yang tinggal di Hong Kong, aplikasi video pendek yang dioperasikan oleh raksasa internet Cina Bytedance saat dibuka akan keluar layar hitam dengan notifikasi atau pesan yang bertuliskan 'Tidak ada koneksi internet. Hubungan ke internet dan coba lagi'.

15 Pekerja Ilegal dan Delapan Majikannya ditangkap Petugas Imigrasi

Juru bicara itu memperingatkan bahwa, sebagaimana diatur dalam pasal 38AA Undang-undang Keimigrasian, imigran ilegal atau orang-orang yang menjadi subjek perintah pemindahan atau perintah deportasi dilarang mengambil pekerjaan apa pun, baik dibayar atau tidak dibayar, atau membangun atau bergabung dalam bisnis apa pun.

TKW Asal Filipina di Hong Kong dituduh Curi Perhiasan...

PRT asal Filipina yang diketahui bernama  Carmelita Nones (45), muncul di Pengadilan Timur (Eastern Court ) lagi hari ini, Selasa (30 Juni 2020), ketika nilai akhir dari barang yang diduga dicurinya diungkapkan oleh penuntut.
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -