22.4 C
Hong Kong
Sunday, March 29, 2020

Rabu Abu, Makna Permulaan Masa Tobat Umat Katolik dan Pantang serta Puasa Gereja Katolik 2020

Baca juga

Kepala Sekretaris Administrasi Hong Kong Matthew Cheung mengatakan hari ini, Minggu (29 maret 2020) bahwa polisi telah menangkap lebih dari 70 orang yang dalam masa karantina namun melanggar perintah karantina dengan cara keluar rumah.
Pemerintah Hong Kong mengumumkan kemarin, Sabtu (28 maret 2020) bahwa mulai hari ini, Minggu (29 maret 2020) mengimbau masyarakat...
Panic Buying dimulai setelah ada desas-desus segar bahwa Thailand akan berhenti mengekspor berasnya ke Hong Kong dalam beberapa hari terakhir.

Hari ini, Rabu (26 Feb 2020), umat Katolik di seluruh dunia merayakan Rabu Abu yang menjadi tanda umat Katolik memasuki masa pra-Paskah, masa tobat.

Masa ini dilambangkan dengan goresan abu pada dahi umat Katolik. Mengutip situs resmi Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), abu jadi tanda kerapuhan manusia yang mudah jatuh dalam kelemahan dosa sekaligus tanda pertobatan.

Rabu Abu juga bisa disebut dengan hari pertama masa Prapaskah, yang menandai bahwa Umat Katolik akan memasuki masa tobat yang berlangsung selama 40 hari.

Jika dikutip dari wikipedia, Rabu Abu adalah sebuah hari raya Kristen untuk beribadah dan berpuasa, meskipun bukan merupakan suatu hari raya wajib, sebagai tanda perkabungan, pertobatan, dan merendahkan diri menuju kemenangan kebangkitan Kristus.

Dalam gereja Kristen tradisi atau ritus barat (termasuk Gereja Katolik Roma dan Protestanisme), Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah dalam liturgi tahunan gerejawi.
Hari tersebut ditentukan jatuh pada hari Rabu, 40 hari sebelum hari Paskah tanpa menghitung hari-hari Minggu, atau 44 hari (termasuk hari Minggu) sebelum hari Jumat Agung.

Mengapa Hari Pra-Paskah selalu jatuh pada hari Rabu?
Gereja Katolik menerapkan puasa ini selama 6 hari dalam seminggu, namun hari Minggu tidak dihitung, karena hari Minggu dianggap sebagai peringatan Kebangkitan Yesus. Maka Masa Puasa berlangsung selama 6 minggu ditambah 4 hari, sehingga genap 40 hari.

Angka 40 mengingatkan umat Katolik akan perjalanan bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun dan puasa Yesus selama 40 hari.

Jadi, jika hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu dan Paskah terjadi hari Minggu, dikurangi 36 hari, lalu dikurangi lagi 4 hari, dalam hitungan mundur maka akan jatuh pada hari Rabu.

Nama Rabu Abu berasal dari pengolesan abu pertobatan di dahi para jemaat disertai dengan ucapan “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” atau diktum “Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu”.

Abu yang dioleskan di dahi bukan dilakukan tanpa makna. Mengutip berbagai sumber, abu di dahi membantu umat untuk mengenali kembali area spiritual. Dahi dan kepala adalah tempat pikiran dan akal budi bekerja.

Kitab Suci mengisahkan Abu sebagai tanda pertobatan, misalnya pada pertobatan Niniwe (lih. Yun 3:6) dan di atas semua itu, kita diingatkan bahwa kita ini diciptakan dari debu tanah (Lih. Kej 2:7), dan suatu saat nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu.

Olah karena itu, pada saat menerima abu di gereja, imam mengucapkan, “Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil” atau, “Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu”.

Jadwal Pantang dan Puasa Gereja Katolik Tahun 2020

Puasa wajib dilakukan oleh Umat kristiani pada Rabu Abu dan Jumat Agung. Namun diperbolehkan jika ingin berpuasa selama 40 hari sampai Jumat Agung. Puasa berarti makan kenyang satu kali.

Sedangkan pantang wajib dilakukan pada Rabu Abu dan setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah sampai Jumat Agung. Pantang bisa dipilih sendiri sesuai kemampuan misalnya pantang daging, ikan, garam, jajan, atau rokok. Namun sebaiknya hal yang dipantang adalah hal-hal yang disukai.

Berikut jadwal Puasa dan Pantang Umat Katolik 2020

  1. 26 Februari 2020: Rabu Abu (puasa dan pantang)
  2. 6 Maret (Jumat Masa PraPaskah) – Pantang.
  3. 13 Maret (Jumat Masa PraPaska) – Pantang.
  4. 20 Maret (Jumat Masa PrapPaskah) – Pantang.
  5. 27 Maret (Jumat Masa PraPaskah) – Pantang.
  6. 3 April (Jumat Masa PraPaskah) – Pantang.
  7. 10 April (Jumat Agung) – Puasa.
  8. 12 April : Paskah
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
scattered clouds
22.4 ° C
25 °
20 °
73 %
9.3kmh
40 %
Sun
22 °
Mon
24 °
Tue
24 °
Wed
25 °
Thu
24 °
- Advertisement -

Latest News

Polisi Tangkap Lebih Dari 70 Orang Yang Melanggar Perintah Karantina di Hong Kong, Semua Akan dituntut

Kepala Sekretaris Administrasi Hong Kong Matthew Cheung mengatakan hari ini, Minggu (29 maret 2020) bahwa polisi telah menangkap lebih dari 70 orang yang dalam masa karantina namun melanggar perintah karantina dengan cara keluar rumah.

Duuuh…Pemerintah Hong Kong Sudah Keluarkan Larangan, Tapi Masih Banyak...

Pemerintah Hong Kong mengumumkan kemarin, Sabtu (28 maret 2020) bahwa mulai hari ini, Minggu (29 maret 2020) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perkumpulan atau...

Panic Buying di Tin Shui Wai dan North Point,...

Panic Buying dimulai setelah ada desas-desus segar bahwa Thailand akan berhenti mengekspor berasnya ke Hong Kong dalam beberapa hari terakhir.

Positif Corona, Kabid Dinas Kesehatan Bogor Meninggal Dunia

Seorang petugas Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meninggal dunia akibat virus Corona pada hari Jumat (27 maret ) malam dunia di Ruang Isolasi RSUD Kota Bogor.

Update Corona 28 Maret: 1.155 orang di Indonesia Positif...

Berdasarkan data yang diperlihatkan pemerintah melalui website Covid19.go.id, terlihat bahwa korban meninggal dunia akibat virus corona per hari Sabtu juga bertambah 8,831% menjadi 102 orang.
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -