22.4 C
Hong Kong
Sunday, March 29, 2020

Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Meninggal Dunia, Jasad dibungkus Plastik Sebelum dimakamkan

Baca juga

Pemerintah Hong Kong mengumumkan kemarin, Sabtu (28 maret 2020) bahwa mulai hari ini, Minggu (29 maret 2020) mengimbau masyarakat...
Panic Buying dimulai setelah ada desas-desus segar bahwa Thailand akan berhenti mengekspor berasnya ke Hong Kong dalam beberapa hari terakhir.
Seorang petugas Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meninggal dunia akibat virus Corona pada hari Jumat (27 maret ) malam dunia di Ruang Isolasi RSUD Kota Bogor.

RSUP Dr Kariadi Semarang melaporkan seorang pasien suspect virus corona (COVID-19) yang menjalani perawatan isolasi meninggal dunia pada Minggu (23 Feb 2020).

Sebelum meninggal dunia, pasien laki-laki berusia 37 tahun yang tidak disebutkan namanya tersebut mengeluhkan gangguan pernapasan berat. Ia juga memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, yaitu baru kembali Spanyol dan transit di Dubai Uni Emirat Arab.

Dia berobat di RSUP dr Kariadi pada hari Rabu (19 Feb 2020), karena ia menunjukan gejala yang mirip dengan Coronavirus, kemudian ia mendapat perawatan di ruang isolasi ICU.

Kami perlakukan kewaspadaan tinggi. Seperti pasien dengan emerging disease,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi, Nurdopo Baskoro, Selasa (25 Feb 2020).

Namun, berdasarkan hasil penelitian laboratorium Kementerian Kesehatan, pasien suspect virus Corona yang meninggal dunia tersebut dinyatakan meninggal dunia tersebut bukan karena virus corona, melainkan karena gangguan napas berat.

Nurdopo mengatakan rumah sakit sudah mengirimkan sampel darah pasien ke Badan Penilitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan di Jakarta.
Namun, Hasil lab tersebut baru keluar pada Senin (24 Feb 2020), sehari setelah pasien meninggal dunia. Pihaknya menyebut, hasil lab itu mengatakan pasien negatif COVID-19 atau corona.

Meski demikian, perawatan jenazah tetap mempertimbangkan pencegahan virus corona, sehingga saat hendak dimakamkan, jasad jenazah dibungkus plastik.

Selain seorang pasien warga Negara Indonesia suspect virus corona yang meninggal dunia, RSUP dr Kariadi juga sempat merawat dua pasien suspect virus corona lainnya.

Dari dua pasien itu, satu di antaranya adalah warga negara Jepang dan satu lainnya adalah WNI yang baru pulang dari luar negeri. Kedua pasien tersebut kini sudah diperbolehkan pulang karena tidak terinfeksi virus corona.

Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), suspect virus corona merujuk pada orang-orang yang mengalami gejala seperti influenza, demam tinggi disertai batuk dan sesak nafas. Selain itu, ia punya riwayat berpergian ke luar negeri khususnya negara yang sedang ada wabah virus corona.

Pasien yang masuk kategori suspect akan tetap diisolasi untuk diteliti sampel virusnya. Pengecekan sampel dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
scattered clouds
22.4 ° C
25 °
20 °
73 %
9.3kmh
40 %
Sun
22 °
Mon
24 °
Tue
24 °
Wed
25 °
Thu
24 °
- Advertisement -

Latest News

Duuuh…Pemerintah Hong Kong Sudah Keluarkan Larangan, Tapi Masih Banyak Buruh Migran Tetap Berkumpul ditempat Umum

Pemerintah Hong Kong mengumumkan kemarin, Sabtu (28 maret 2020) bahwa mulai hari ini, Minggu (29 maret 2020) mengimbau masyarakat...

Panic Buying di Tin Shui Wai dan North Point,...

Panic Buying dimulai setelah ada desas-desus segar bahwa Thailand akan berhenti mengekspor berasnya ke Hong Kong dalam beberapa hari terakhir.

Positif Corona, Kabid Dinas Kesehatan Bogor Meninggal Dunia

Seorang petugas Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meninggal dunia akibat virus Corona pada hari Jumat (27 maret ) malam dunia di Ruang Isolasi RSUD Kota Bogor.

Update Corona 28 Maret: 1.155 orang di Indonesia Positif...

Berdasarkan data yang diperlihatkan pemerintah melalui website Covid19.go.id, terlihat bahwa korban meninggal dunia akibat virus corona per hari Sabtu juga bertambah 8,831% menjadi 102 orang.

Perangi Virus Corona, Group Bakrie Bersama BUMN Sumbang Rp20...

Sumbangan Rp20 miliar tersebut diserahkan oleh pimpinan Grup Bakrie, Anindya Bakrie, kepada Kepala BNPB Doni Monardo pada hari Jumat (27 maret ).
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -