25.7 C
Hong Kong
Friday, November 22, 2019

Terseret Arus Laut dan Hilang Selama 16 Jam,Pria 27 Tahun di Tai Po ini Ditemukan Meninggal Dunia

Baca juga

Pemerintah mengatakan pada Senin (18 november 2019) sore bahwa larangan menggunakan Masker atau Topeng yang diberlakukan di bawah kekuasaan...
Puluhan tentara PLA ( People Liberation's Army) atau Tentara dari China tiba-tiba muncul tanpa peringatan di jalan-jalan Kowloon Tong...
Bekerja ke Negeri Gingseng, Korea Selatan nyatanya masih menjadi primadona bagi Calon Tenaga Kerja, terutama dari Indonesia. Bagaimana tidak, dinegara...
- Advertisement -
Terseret Arus Laut  dan Hilang Selama 16 Jam,Pria 27 Tahun di Tai Po ini Ditemukan Meninggal Dunia
Petugas Tim penyelamat, helikopter saat melakukan pencarian hingga penemuan korban yang tertarik arus laut. photo:oncc

Seorang pemuda yang suka bermain snorkeling, kemarin malam,Minggu (26 mei),bersama teman-temannya pergi ke tempat menyelam di Wan Sha Lan beach, Sam Mum Chai Shuen di Tai Po pada malam hari untuk snorkeling dan menangkap kepiting.

Namun hal yang menyenangkan tersebut berubah menjadi duka ketika air laut yang pasang menjadi surut.
Pria berusia 27 tahun tersebut tertarik oleh air laut yang surut dan teman-temannya tidak dapat membantunya kemudian melapor ke Polisi untuk meminta bantuan.

Dikutip dari media lokal oncc ,sejumlah besar personel tim penyelamat Hong Kong datang kelokasi kejadian tak lama setelah mendapatkan laporan dan melakukan pencarian menyusuri laut dan udara menggunakan Helikopter .

Pencarian oleh tim penyelamat tanpa henti selama 16 jam tersebut akhirnya membuahkan hasil .
Kemarin , Senin (27 mei ) korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Beberapa penduduk desa mengingatkan para penyelam bahwa ada jebakan tersembunyi di dasar laut tersebut.
[ads-post]
Korban yang diketahui bermarga Chan (27 tahun), suka kegiatan air, dan sering bertemu teman-temannya untuk menyelam. Pada jam 8 tadi malam, Chan dan teman-temannya pergi ke pantai pasir di Sha lan ,Tai Po untuk melakukan snorkeling malam hari.
Pada pukul 11 ​​malam, Chan bermain ke pantai, tetapi waktunya rendah, Chan dicurigai kelelahan fisik dan ditarik ombak laut, ia segera memanggil teman-temannya dengan keras untuk meminta tolong, teman-teman mencoba menariknya, tetapi tidak berhasil.

Teman-temannya mencari di laut, tetapi karena kegelapan permukaan laut, mereka kembali ke pantai dan meminta bantuan Polisi dan damkar.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
clear sky
25.7 ° C
27.2 °
25 °
41 %
3.1kmh
0 %
Fri
25 °
Sat
25 °
Sun
26 °
Mon
27 °
Tue
24 °
- Advertisement -

Latest News

Pria Indonesia di Korea di Tangkap Polisi Setelah Coba Memperkosa Seorang Wanita di Toilet Bandara Internasional Inchoen

Polisi Korea Selatan meminta surat perintah penangkapan pada hari Kamis (21 november 2019) untuk seorang pria Indonesia dengan tuduhan...

Gaji TKI di Korea Selatan Capai Rp.30 Juta perbulan,...

Bekerja ke Negeri Gingseng, Korea Selatan nyatanya masih menjadi primadona bagi Calon Tenaga Kerja, terutama dari Indonesia. Bagaimana tidak, dinegara para Bintang K-Pop dan K-drama...

Dibawah Tekanan Aksi Protes Berkelanjutan, Tingkat Pengangguran di Hong...

Tingkat pengangguran di Hong Kong telah mencapai level tertinggi sejak tahun 2017, yaitu menembus angka 3 persen, dilansir dari media lokal RTHK. Berita terbaru untuk...

Kabar Gembira, Warga di Hong Kong Kini Bebas Dalam...

Pemerintah mengatakan pada Senin (18 november 2019) sore bahwa larangan menggunakan Masker atau Topeng yang diberlakukan di bawah kekuasaan darurat tidak akan lagi ditegakkan,...

Sepasang Petani diserang Babi Hutan Saat Panen Sawit, Suami...

Nasib Na'as dialami oleh sepasang suami - istri di Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan. Sang suami Tewas menggenaskan dengan tubuh penuh luka karena diserang babi...
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -