25.7 C
Hong Kong
Friday, November 22, 2019

Mimpi Lina, BMI Hong Kong Yang Ingin Menjadi Pelatih Taekwondo Profesional

Baca juga

Polisi Korea Selatan meminta surat perintah penangkapan pada hari Kamis (21 november 2019) untuk seorang pria Indonesia dengan tuduhan...
pada Senin (18 november 2019) dini hari, masih ada beberapa kerusuhan di berbagai tempat di Mong Kok hingga Yau...
Pemerintah mengatakan pada Senin (18 november 2019) sore bahwa larangan menggunakan Masker atau Topeng yang diberlakukan di bawah kekuasaan...
- Advertisement -
Mimpi Lina, BMI Hong Kong Yang Ingin Menjadi Pelatih Taekwondo Profesional
Herlina saat menghadiri pemutaran Film ‘Still Human’ di Olympian City. photo:The Standard Hong Kong

Seorang Buruh Migran Indonesia (BMI)  bermimpi menjadi pelatih taekwondo profesional dan mengajar anak yatim untuk melindungi diri mereka sendiri.

Lina Herlina adalah salah satu dari 100 pekerja rumah tangga (PRT) dan majikan yang diundang untuk menonton film ‘Still Human’ di sebuah bioskop di Olympian City, Hong Kong  ketika badan amal Asian Outreach Hong Kong mendorong mereka untuk mengejar aspirasinya.

Film ini adalah produksi lokal tentang seorang Buruh Migran asal  Filipina yang mengejar mimpinya untuk menjadi seorang fotografer sambil bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong.
[ads-post]
Herlina (30) Buruh Migran asal kota Cianjur di Jawa Barat, telah bekerja pada salah satu keluarga di Hong Kong sambil menggunakan setiap waktu luangnya untuk mengejar mimpinya selama tujuh tahun terakhir.

Setiap hari Minggu, Lima bangun dari pukul 5 pagi untuk memulai pelatihan kebugarannya, membantu seorang master taekwondo untuk mengajar kelasnya dan berlatih tendangannya di taman sampai malam hari.

Baca Juga : Kisah Buruh Migran Indonesia Yang Mendirikan Masjid Di Taiwan

Dan jika hujan, dia akan terus berlatih dan mengajar dirinya sendiri keterampilan taekwondo baru di bawah jembatan di Mong Kok selama sekitar enam jam sebelum kembali ke rumah majikannya pada jam 7 malam.

Selama hari kerja, ia memanfaatkan istirahat satu jam di sore hari untuk berolahraga dan memaksakan dirinya untuk melakukan sit-up di tempat tidur sebelum tidur di malam hari.

Dia juga membaca buku untuk belajar sendiri karena biaya tutor HK $ 800 untuk sebuah pelajaran dinilai terlalu banyak.

Herlina telah mempertahankan gaya hidupnya yang intens sejak datang ke Hong Kong pada tahun 2012 lalu, tetapi mengakui bahwa dia menikmati semua kesulitannya.

Aku tergila-gila dengan taekwondo,” katanya.

Dia mendorong dirinya hingga batas karena satu tujuan – untuk memulai klub Taekwondo di Indonesia dan mengajar anak-anak yang tinggal di panti asuhan di desanya secara gratis.

Saya perlu belajar cukup sebelum saya bisa mengajar mereka. Dan ketika saya memikirkan mereka, saya tahu saya harus melanjutkan,” katanya. Dia menghargai taekwondo karena telah mengajarkannya untuk tangguh dan disiplin.

Adapun film, dia mengatakan itu memotivasi dan dia akan tetap tabah dalam mencapai mimpinya.

Saya ingin memotivasi anak yatim agar kuat secara mental dan fisik dan memberi tahu mereka seperti apa dunia di luar,” katanya.

Sementara itu, seorang majikan Hong Kong bernama Verna Man memiliki hubungan yang baik dengan dua pekerja rumah tangganya asal Indonesia, Samuran Purwatiningsih dan Sulami, yang telah melayani keluarganya selama 12 dan dua tahun.

Dia bersyukur bahwa mereka merawat ibunya, yang menderita demensia. Keduanya memperlakukan ibunya dengan sabar dan bersedia mengambil kursus pelatihan tambahan untuk mempelajari cara merawat pasien demensia.

“Kami seperti keluarga,” kata Verna Man.

James Chak Ho-chuen, direktur jenderal Asian Outreach, mengatakan ia berharap film ini akan mendorong majikan dan pekerja rumah tangga untuk saling mendengarkan impian masing-masing.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
clear sky
25.7 ° C
27.2 °
25 °
41 %
3.1kmh
0 %
Fri
25 °
Sat
25 °
Sun
26 °
Mon
27 °
Tue
24 °
- Advertisement -

Latest News

Pria Indonesia di Korea di Tangkap Polisi Setelah Coba Memperkosa Seorang Wanita di Toilet Bandara Internasional Inchoen

Polisi Korea Selatan meminta surat perintah penangkapan pada hari Kamis (21 november 2019) untuk seorang pria Indonesia dengan tuduhan...

Gaji TKI di Korea Selatan Capai Rp.30 Juta perbulan,...

Bekerja ke Negeri Gingseng, Korea Selatan nyatanya masih menjadi primadona bagi Calon Tenaga Kerja, terutama dari Indonesia. Bagaimana tidak, dinegara para Bintang K-Pop dan K-drama...

Dibawah Tekanan Aksi Protes Berkelanjutan, Tingkat Pengangguran di Hong...

Tingkat pengangguran di Hong Kong telah mencapai level tertinggi sejak tahun 2017, yaitu menembus angka 3 persen, dilansir dari media lokal RTHK. Berita terbaru untuk...

Kabar Gembira, Warga di Hong Kong Kini Bebas Dalam...

Pemerintah mengatakan pada Senin (18 november 2019) sore bahwa larangan menggunakan Masker atau Topeng yang diberlakukan di bawah kekuasaan darurat tidak akan lagi ditegakkan,...

Sepasang Petani diserang Babi Hutan Saat Panen Sawit, Suami...

Nasib Na'as dialami oleh sepasang suami - istri di Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan. Sang suami Tewas menggenaskan dengan tubuh penuh luka karena diserang babi...
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -