25.8 C
Hong Kong
Tuesday, November 12, 2019

WOW,Sepulang Merantau dari Luar Negeri,BMI ini Sukses Menjadi Kepala Desa di Jawa Tengah

Baca juga

Setidaknya satu lagi pengunjuk rasa ditembak oleh Polisi dalam jarak dekat di Sai Wan Ho pada Senin(11 november 2019)...
Seorang asisten rumah tangga ( ART ) di Kecamatan Ilir Barat, Palembang, Sumatera Selatan, nekat membunuh bayi yang baru...
Musim angin kering umumnya membawa cuaca cerah ke China selatan. Pada pukul 9 pagi hari ini, Sabtu ( 9 november...
- Advertisement -
WOW,Sepulang Merantau dari Luar Negeri,BMI ini Sukses Menjadi Kepala Desa di Jawa Tengah
Sukesih dan suaminya saat pelantikan kepala desa/ Liputanbmicom

Kabar gembira datang dari mantan Buruh Migran Indonesia (BMI).

Cerita miris hingga melas sering kali terdengar dikalangan Buruh migran Indonesia di berbagai negara tujuan penempatan.
Mulai dari kekerasan oleh majikan hingga terjerat kasus , hampir setiap hari menjadi topik pemberitaan yang tak pernah ada hentinya.

Namun, dari berbagai cerita itu ,tak sedikit pula cerita yang menginspirasi datang dari Buruh Migran Indonesia loh.
Salah satunya dari mantan Buruh Migran Indonesia asal Jawa tengah ini.
[ads-post]
Diberitakan oleh Liputanbmicom,berbekal niat agar hidupnya bermanfaat bagi orang lain dan atas dukungan keluarga serta kerabatnya, Sukesih yang merupakan mantan BMI yang pernah bekerja di Singapura ini berhasil menjadi Kepala Desa dikampung halamannya di Wasiat, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah awal januari tahun ini .

Kita tetap bisa bermanfaat dan bisa menolong orang lain tanpa harus menjadi kepala desa. Tapi dengan kapasitas sebatas pribadi kemampuan kita sendiri. Berbeda jika memegang sebuah kedudukan, kita bisa menolong lebih banyak orang,” jelas Sukesih yang dilantik menjadi Kades wanita pertama Desa Wasiat pada 8 Mei 2019 lalu.

Diketahui , Sukesih pulang kampung ke kampung halamannya pada Mei 2018 lalu setelah 15 tahun merantau di Singapura sebagai Buruh Migran di sektor Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Ketika menyusun visi -misi untuk Desa Wasiat, Sukesih berkaca pada pengalaman yang ia dapat selama merantau untuk kemajuan desanya. Ia berharap dapat memajukan SDM warga desa agar mampu mengolah sumber daya pertanian yang ada dengan melibatkan generasi milenial atau karang taruna.

Ketika di Singapura, saya punya banyak teman dari penjuru Indonesia. Saya sering minta pendapat kepada teman-teman. Saya juga sempat ikut kursus di Development Program Singapura. Mereka semua mendukung saya untuk maju menjadi Kepala Desa. Para tutor semua mendukung dan banyak memberi saran untuk kinerja saya.” Sukesih menjelaskan dengan bangga sekaligus mantap dengan tanggung jawab barunya ini.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
scattered clouds
25.8 ° C
28.9 °
22.8 °
65 %
5.1kmh
40 %
Tue
25 °
Wed
26 °
Thu
25 °
Fri
24 °
Sat
25 °
- Advertisement -

Latest News

Gangguan Transportasi Terus Berlanjut dan Menyebar diseluruh Hong Kong Untuk Menunjukan Kemarahan Setelah Seorang Pengunjuk Rasa Kritis Akibat di Tembak Polisi

Gangguan transportasi diperkirakan akan bertahan di seluruh Hong Kong pada hari Senin (11 november 2019) ketika pengunjuk rasa yang...

Pria di Ma On Shan Dalam Kondisi Kritis Setelah...

Sebuah video klip mengerikan beredar luas di media sosial pada hari Senin (11 november 2019) sekitar pukul 12:53 siang menunjukkan seorang pria dibakar menyusul...

Satu Pengunjuk Rasa Ambruk Berlumuran Darah Setelah ditembak Polisi...

Setidaknya satu lagi pengunjuk rasa ditembak oleh Polisi dalam jarak dekat di Sai Wan Ho pada Senin(11 november 2019) pagi ketika pengunjuk rasa di...

Pendaftaran CPNS Telah dibuka Hari Ini, Berikut Persyaratan dan...

Pendaftaran dan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah dibuka hari ini, Senin (11november 2019). Berdasarkan surat pengumuman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi...

Jadi Sasaran Aksi Protes, Banyak Jalan dan Transportasi Kereta...

Beberapa jalur MTR lumpuh pada Senin (11 november 2019) pagi ketika pengunjuk rasa anti-pemerintah mengganggu layanan kereta api dan jalan di seluruh wilayah untuk...
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -