25.7 C
Hong Kong
Friday, November 22, 2019

Akibat Berbohong di Media Sosial Ngaku Mendapatkan Perlakuan Buruk Dari Majikannya , Buruh Migran Ini Dipulangkan Kenegaranya

Baca juga

Kecelakaan Bus terjadi di Kowloon Bay. Sekitar pukul 6:40 malam ini, Sabtu (16 November 2019), sebuah Bus KMB dengan nomor...
pada Senin (18 november 2019) dini hari, masih ada beberapa kerusuhan di berbagai tempat di Mong Kok hingga Yau...
Polisi Korea Selatan meminta surat perintah penangkapan pada hari Kamis (21 november 2019) untuk seorang pria Indonesia dengan tuduhan...
- Advertisement -
Akibat Berbohong Ngaku Mendapatkan Perlakuan Buruk Dari Majikannya di Media Sosial, Buruh Migran Ini dDipulangkan Kenegaranya
Postingan Rosa yang Sempat Viral hingga menjadi topik utama disurat kabar

Rosa,seorang pembantu Rumah Tangga  yang berusia 25 tahun, mengklaim bahwa ia diberi makanan dalam jumlah sedikit dan liburnya dibatasi oleh “majikannya” -nya dimedia sosial.

Buruh migran yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangg a( PRT) di Singapura itu juga mengaku bahwa dia harus mengangkat kasur di tempat kerja, karena majikannya tidak peduli bahwa dia sebelumnya menjalani operasi payudara karena kista.

Ini adalah postingan sebelumnya, yang telah ia dihapus:

Akibat Berbohong Ngaku Mendapatkan Perlakuan Buruk Dari Majikannya di Media Sosial, Buruh Migran Ini dDipulangkan Kenegaranya

Ternyata apa yang  ia tuliskan ‘salah’, menurut laporan Lianhe Wanbao pada 4 Mei 2019.

Selanjutnya, majikan Rosa, Nyonya Lin yang berusia 40 tahun, baru mengetahui tentang curhatan pembantunya ketika Kementerian Tenaga Kerja singapura (MOM) meneleponnya.
[ads-post]
“Saya tidak tahu apa yang terjadi”kata majikannya.

Rosa dipekerjakan pada bulan Juni 2018 lalu untuk merawat putra majikannnya yang berusia lima tahun dan ayah mertuanya yang terserang penyakit kanker.

Dikutip dari Wanbao,setelah sembilan bulan bekerja, Lin melihat pembantunya tersebut cukup kompeten  ,dan ia pun memperlakukan pembantunya seperti keluarganya sendiri.

Tetapi pada 14 Maret lalu, Lin menerima panggilan telepon dari MOM, meminta untuk berbicara langsung dengan Rosa.

Dikutip dari Chinese Daily, majikannya tersbut kaget saat mengetahui curhatan pembantunya dimedia sosial dan mengaku telah diperlakukan tidak baik olehnya.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi saat itu, baru setelah itu saya mengetahui bahwa pembantu saya memposting secara online, menuduh saya telah melecehkannya.”kata majikan Rosa.

Setelah intervensi MOM, Rosa diduga menghapus posting Facebooknya karena ketakutan postingannya sudah viral dan menjadi topik di media online Singapura .

Lin mengungkapkan kepada Wanbao bahwa dia kesulitan memahami tindakan pembantunya tersebut.

Majikan menambahkan bahwa dia tidak pernah membatasi porsi makan pembantunya, dan bahkan ia membelikan banyak makanan ringan untuk pembantunya.

“Dia [Rosa] mengatakan selama wawancara bahwa dia sudah sembuh dari penyakitnya, dan kita tidak pernah memaksanya untuk bekerja berlebihan, saya tidak bisa memahami mengapa dia memposting di internet untuk menuduh saya, saya sangat kecewa dan kesal.”kata majikan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Wanbao, petugas investigasi MOM T Karikalan mengatakan bahwa mereka masuk ke dalam kasus tersebut setelah melihat postingan Rosa di media sosial Facebook dan menerima umpan balik mengenai hal itu.

Namun, setelah berbicara dengan Rosa, petugas mengetahui bahwa keadaan pembantu itu sangat berbeda dengan apa yang ia klaim di media sosial.


Setelah dilakukan wawancara , Rosa mulai mengaku jika majikannya telah memperlakukannya dengan sangat baik. Dia memposting statusnya dimedia sosial tersebut lantaran ia ingin mendapatkan makanan yang lebih banyak tetapi bingung cara mengungkapkannya dengan majikannya.

“Pembantu itu mengklarifikasi bahwa majikannya memperlakukannya dengan sangat baik, dan mengatakan bahwa dia ingin lebih banyak makanan tetapi tidak tahu bagaimana cara memintanya, jadi dia memutuskan untuk ‘mencari saran’ dari pembantu lain di media sosial.”kata T. karikalan.

Wanbao melaporkan bahwa majikannya sebelumnya membawa Rosa untuk jalan-jalan ke luar negeri dan memberinya hadiah  telepon genggam untuk hadiah dihari ulang tahunnya.

Sejauh ini, Rosa telah ke Penang dan Thailand, dan keluarga majikan itu bahkan berencana untuk membawa Rosa mengunjungi Jepang. Lin mengklaim bahwa dia tidak pernah mengendalikan penggunaan ponsel oleh Rosa.

Majikan juga memastikan bahwa Rosa tidak pernah kekurangan makanan dan pakaian, dan bahkan majikan membeli mainan untuk dikirimkan ke rumah Rosa, serta membelikan makanan Natal untuk keluarganya di Filipina.

Mainan itu untuk anak-anak teman dan keluarga Rosa.

Menurut Lin, ini adalah pertama kalinya Rosa bekerja di Singapura. Untuk menghilangkan rasa  rindu Rosa terhadap  kampung halamannya, Lin mengatakan bahwa dia membelikan banyak makanan ringan buatan Filipina dan saus untuk Rosa.

Lin mengatakan ini adalah pertama kalinya dia mempekerjakan seorang pembantu, tetapi niatnya yang tulus disambut dengan tuduhan. Serangan dengan netizen yang tidak dikenal membuatnya merasa lebih buruk.

Wanbao mencoba menjangkau Rosa, tetapi pembantu itu menolak untuk berbicara dengan mereka.
Lin menambahkan bahwa pembantunya itu telah meminta maaf sebesar-besarnya setelah kejadian itu, bahkan menangis dan memohon-mohon.

Akibat perbuatannya tersebut,Rosa saat ini telah dikembalikan  ke negara asalnya dan dilarang untuk kembali bekerja di Singapura.

Karikalan menjelaskan bahwa dalam kasus majikan dan pembantu, MOM  berusaha memahami situasi dari kedua perspektif sebelum sampai pada solusi.

“Pembantu itu membohongi dan menyesatkan masyarakat, sehingga melukai majikannya, dan karenanya dilarang bekerja di Singapura,” katanya.

Karikalan juga mengatakan bahwa pembantu pertama kali di Singapura akan menjalani pelatihan.

Jika mereka menghadapi masalah, mereka juga diberitahu untuk berkomunikasi dengan majikan mereka, atau meminta bantuan agen atau MOM.

“Kami merekomendasikan agar para majikan mengawasi para pembantunya untuk setiap masalah yang mungkin mereka hadapi, serta membangun jalan komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman.”

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
Hong Kong
clear sky
25.7 ° C
27.2 °
25 °
41 %
3.1kmh
0 %
Fri
25 °
Sat
25 °
Sun
26 °
Mon
27 °
Tue
24 °
- Advertisement -

Latest News

Pria Indonesia di Korea di Tangkap Polisi Setelah Coba Memperkosa Seorang Wanita di Toilet Bandara Internasional Inchoen

Polisi Korea Selatan meminta surat perintah penangkapan pada hari Kamis (21 november 2019) untuk seorang pria Indonesia dengan tuduhan...

Gaji TKI di Korea Selatan Capai Rp.30 Juta perbulan,...

Bekerja ke Negeri Gingseng, Korea Selatan nyatanya masih menjadi primadona bagi Calon Tenaga Kerja, terutama dari Indonesia. Bagaimana tidak, dinegara para Bintang K-Pop dan K-drama...

Dibawah Tekanan Aksi Protes Berkelanjutan, Tingkat Pengangguran di Hong...

Tingkat pengangguran di Hong Kong telah mencapai level tertinggi sejak tahun 2017, yaitu menembus angka 3 persen, dilansir dari media lokal RTHK. Berita terbaru untuk...

Kabar Gembira, Warga di Hong Kong Kini Bebas Dalam...

Pemerintah mengatakan pada Senin (18 november 2019) sore bahwa larangan menggunakan Masker atau Topeng yang diberlakukan di bawah kekuasaan darurat tidak akan lagi ditegakkan,...

Sepasang Petani diserang Babi Hutan Saat Panen Sawit, Suami...

Nasib Na'as dialami oleh sepasang suami - istri di Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan. Sang suami Tewas menggenaskan dengan tubuh penuh luka karena diserang babi...
- Advertisement -

Recommended

- Advertisement -